Story

Logo SMK Negeri 1 Slahung Ponorogo

Sedikit Cerita……

Kemarin Senin, tepatnya tanggal 18 Juli 2016, saat pertama kali masuk sekolah di SMKN 1 SLAHUNG Ponorogo tepatnya.
SMKN 1 SLAHUNG
Pagi itu saya berangkat ke sekolah sekitar Pukul 06:55 pagi, kalau tepatnya saya kurang tau. Kalau ditanya kenapa saya berangkat siang, karena saya menunggu sarapan pagi yang disediakan ibu saya dan saya tidak akan melewatkan hal itu demi apapun, sebab itu hanya terjadi satu kali di suatu periode hidup saya, yaitu saat saya masih bersekolah.
SMKN 1 SLAHUNG
Saya berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor, karena jarak rumah saya dengan sekolah cukup jauh. Saat itu saya mengendarai sepeda motor dengan sedikit pelan, sebab kata orang tua-ku, “Alon-alone lek numpak Montor” begitu katanya. Tapi bukan hanya karena hal itu saya naik motor dengan pelan, tetapi karena saya malas berangkat ke sekolah dan juga saya suka melitah indahnya pemandangan sawah yang ada di dekat jalan raya, serta saya juga bisa melihat bagaimana para petani berjuang demi hidupnya dan keluarganya, terutama bagi mereka yang sudah sangat tua…..
SMKN 1 SLAHUNG
Akhirnya saya sampai di sekolah…., seperti biasa, saya dan teman teman satu kelas bersalam-salaman saat pertama masuk sekolah. Setelah selesai saya pun duduk cukup lama untuk menunggu upacara bendera, sambil sesekali ngobrol denga teman-teman sampai upacara di mulai. akhirnya upacara dimulai…
SMKN 1 SLAHUNG
Saat upacara dimulai cuaca di sekitar sekolah sedikit mendung, tapi upacara tetap berlanjut. Upacara tahap pertama adalah persiapan peserta upacara dan dilanjutkan pengibaran bendera sang Merah Putih, tapi saat lagu selesai dinyanyikan saya melihat bendera dan ternyata benderanya hanya setengah tiang. Saya memakluminya, karena memang lebih mudah bicara daripada melakukanya…

Gerimis mulai turun saat setengah acara berlangsung, yaitu saat acara pembukaan UUD 1945 dan murid-murid yang berada di barisan paling belakang-pun mulai berhamburan dan berteduh di bawah pohon serta di depan kelas, tetapi guru penjaga yang berada di belakang menyuruh untuk kembali ke barisan semula yang masih dalam keadaan gerimis.

Tiba saatnya pada acara pidato, dalam pidato guru pemimpin upacara menjelaskan tentang rencana membuat “Kelas Mata Pelajaran” yaitu satu ruangan kelas dengan satu mata pelajaran dan juga rencana membuat “E-Learning” yaitu belajar Online melalui Website SMKN 1 Slahung. Selebihnya saya tidak begitu mendengarkan tentang pidato yang dijelaskan.

Saat sampai di tengah-tengah pidato, gerimis-pun berubah menjadi hujan namun murid-murid tetap pada barisanya masing-masing. Tetapi malah salah satu guru pengawas yang ada di belakang malah mundur untuk berteduh di depan kelas, sungguh menggelikan…. Katanya, guru yang seharusnya mengajari muridnya tentang bagaimana sikap Menghormati jasa para Pahlawan, malah mengajari muridnya hal seperti itu. Sepertinya kata-kata dari Guru Jiraya di Anime Naruto yang Mengatakan bahwa “Jalan Hidup Seorang Murid Adalah Warisan dan Estimasi dari Gurunya” itu benar. Menurut pendapat saya, yang harus di ubah pertama kali jika ingin membuat sekolah maju bukanlah Muridnya tetapi Gurunya. Karena sehebat, sepintar dan atau sejenius apapun seorang murid, dia pasti akan lulus dan keluar dari sekolah itu. Tetapi berbeda dengan seorang guru yang bisa mengajar selama bertahun-tahun (kecuali dipindah tugaskan), mereka akan bisa mengubah muridnya menjadi lebih baik lagi….

Akhirnya Upacara Selesai….

Saya langsung saja mencari tempat untuk berteduh, karena hujan masih turun. Rencananya (jika tidak hujan) kita akan mengadakan berjabat tangan (saya lupa apa namanya) dengan murid-murid dan guru-guru yang ada di SMKN 1 Slahung, tapi karena msih hujan rencana itu gagal. Mungkin Allah punya rencana lain, hhh… Dan menurut Fakta yang pernah saya baca (walaupun hanya sekilas) bahwa Mempublikasikan Rencana Sebelum di Lakukan, Biasanya Rencana Itu Akan Gagal. Jadi jangan selalu berbicara tentang rencana masa depan, karena belum tentu kita masih/akan ada di waktu yang itu.

Hujan-pun Reda…..

Setelah hujan reda, sayapun pulang karena tidak ada kegiatan lain di sekolah, sebab sekolah dipakai untuk pengenalan siswa baru selama 4 hari, sayapun libur selama 4 hari itu.

SELESAI….

Saya sadar bahwa mungkin kata-kata dalam tulisan saya ini sedikit tajam, tapi apa mau dikata! Inilah Kenyataan